Karies Pada Gigi 24 (D6, Non-Vital) (Tinjuan Laporan Kasus Konservasi) Part 1

Temuan Masalah

Gigi 24Pasien laki-laki usia 26 tahun datang dengan keluhan gigi atas kiri belakang bengkak, dan tidak dapat dipakai mengunyah sejak 1 minggu yang lalu dan mulai sakit berdenyut sejak 3 hari yang lalu namun pada saat datang pasien tidak mengeluh sakit. Pasien mengeluh rasa sakit tersebut umumnya terjadi pada malam hari, spontan dan tumpul hingga membuat tidak bisa tidur dan bahkan sakit hingga ke kepala dengan durasi ± ½ jam. Rasa sakit tersebut sedikit mereda jika minum ponstan dan sudah berlangsung sejak 3 bulan yang lalu dengan riwayat hilang-timbul.

Keluhan lainnya yang dirasakan oleh pasien adalah gigi bawah kiri dan kanan belakang sakit jika digunakan untuk mengunyah makanan yang keras. Pasien mengaku 9 bulan yang lalu gigi atas kiri belakang tersebut pernah ditambal di dokter gigi dengan tambalan sewarna gigi sedangkan gigi bawah kiri & kanan belakang belum pernah dirawat apapun. Pasien dulu memiliki kebiasaan buruk mengunyah satu sisi di kiri namun sekarang tidak lagi, bruksism dan merokok 1 bungkus/minggu dengan jenis rokok filter dan dikonsumsi setelah makan sejak ± 6 tahun yang lalu. Pasien tidak memiliki riwayat penyakit sistemik. Pada pemeriksaan ekstra oral tidak ada kelainan. Pada pemeriksaan intraoral terlihat plak dan kalkulus di semua regio dan terjadi oedema & erithema pada gingiva regio kiri atas belakang. Pasien memiliki kebiasaan menyikat gigi 2x/hari dengan gerakan horizontal (pada saat mandi pagi dan sore hari). Nilai Oral Hygiene (OH) pasien 2.00 (sedang) dengan indeks plak 0.96, PBI 0.7, dan indeks kalkulus 1.0. Terdapat lesi mencapai pulpa pada gigi 24 karies D6 non-vital, karies D5 pada gigi 37, 45 dan 47, karies D3 pada gigi 17, 27, 26 dan 46, dan abfraksi pada gigi 14 dan 34. Selain itu, terdapat gigi geligi yang hilang 16 dan 36 dan tidak digantikan dengan gigi palsu. Pada pemeriksaan artikulasi ke kanan cuspid protected dan artikulasi ke kiri group function.

Berdasarkan pemeriksaan faktor resiko karies diketahui bahwa hidrasi saliva tanpa stimulasi adalah 30-60 det, viskositas saliva kental, perlindungan fluoride hanya didapat dari pasta gigi saja, pasien mengkonsumsi makanan / minuman manis > 1x/hr, minuman asam < 2x/hr, pasien memiliki karies aktif dan mau mengubah sikap. Penilaian akhir untuk faktor resiko karies adalah kuning untuk diet, fluoride dan faktor modifikasi serta merah untuk saliva.

Pertanyaannya: Bagaimana jika kita menghadapi situasi pasien yang seperti ini ?. Dengan melihat temuan masalah yang ada maka dibutuhkan perawatan secara komprehensif baik perawatan preventive maupun secara kuratif. Check it into the second part for the treatment !

About Atik Ramadhani

I am a Dentist

Posted on February 18, 2013, in Konservasi. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: